Musim kemarau tidak hanya membuat cuaca lebih panas dan kering, tetapi juga dapat meningkatkan paparan debu, polusi, dan asap, terutama ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut dapat memicu atau memperburuk gangguan pada saluran pernapasan.
Pada Agustus 2026, Kementerian Kesehatan RI melaporkan dampak kabut asap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Apa Itu ISPA?
ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Gejalanya antara lain:
- Batuk
- Pilek atau hidung tersumbat
- Sakit tenggorokan
- Demam
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lemas
- Sesak atau napas terasa tidak nyaman
Keluhan tersebut juga dapat dipicu atau diperburuk oleh paparan asap dan polusi udara.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Risiko gangguan pernapasan dapat lebih tinggi pada:
- Anak-anak
- Lansia
- Ibu hamil
- Penderita asma atau penyakit paru
- Orang dengan penyakit penyerta tertentu
Kelompok tersebut sebaiknya mengurangi paparan udara tercemar dan segera berkonsultasi apabila muncul keluhan pernapasan.
Cara Mencegah ISPA
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:
- Gunakan masker ketika kualitas udara buruk atau berada di lingkungan berdebu dan berasap.
- Kurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi atau kabut asap meningkat.
- Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar.
- Cuci tangan secara rutin dan terapkan etika batuk serta bersin.
- Hindari asap rokok dan sumber polusi lainnya.
- Jaga kondisi tubuh dengan tidur cukup, makanan bergizi, dan cukup minum.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan abaikan batuk atau gangguan pernapasan yang semakin berat. Segera periksa apabila mengalami demam yang menetap, batuk semakin parah, sesak napas, nyeri dada, tubuh sangat lemas, atau keluhan tidak kunjung membaik.
Jika mengalami kesulitan bernapas berat atau kondisi memburuk dengan cepat, segera cari pertolongan medis.
Musim kemarau dan kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kenali gejala ISPA, kurangi paparan polusi, dan jangan menunda pemeriksaan jika keluhan semakin berat.
Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan seperti batuk, demam, atau sesak napas yang tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.



