Kasus demam berdarah masih menjadi ancaman, terutama saat musim hujan dan pancaroba. Kenali gejala, tanda bahaya, serta cara pencegahannya agar terhindar dari komplikasi.
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang sering ditemukan di Indonesia setiap tahunnya. Penyait yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Banyak orang menganggap demam berdarah hanyalah demam biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan cepat, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan mengamcam nyawa. Oleh karena itu, penting bagi msayarakat untuk mengenali gejala dan tanda bahaya demam berdarah sejak dini.
Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang disebakan oleh virus dengue. Virus ini di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti uanhg aktif menggigit pada pagi hari hingga sore hari.
Nyamuk ini berkembang biak di tempat-tempat yang terdapat genangan air bersih, seperti :
- Bak mandi
- Ember yang tidak tertutup
- Vas bunga
- Talang air
- Ban bekas
- Tempat penampungan air hujan
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Gejala Demam Berdarah Yang Perlu Diwaspadai
Gejala DBD biasanya muncul sekitar 4-10 hari setelah seseorang tergigit nyamuk yang membawa virus dengue.
Beberapa gejala yang umum dialami antara lain:
- Demam tingi mendadak hingga 39-40°
- Sakit kepala hebat
- Nyeri di belakang mata
- Nyeri otot dan sendi
- Tubuh terasa lemas
- Mual dan muntah
- Nafsu makan menurun
- Muncul bitnik-bintik merah pada kulit
- Mimisan atau gusi berdarah pada sebagian penderita
Pada beberapa orang gejala dapat menyerupai flu hingga sering kali diabaikan.
Waspadai Tanda Bahaya Demam Berdarah
Salah satu keselahan yang sering terjadi adalah menganggap pasien sudah sembuh ketika demam mulai turun.
Padahal fase kritis DBD justru biasanya terjadi saat demam mulai menurun, yaitu sekitar hari ke-3 hingga ke-7 sejak gejala muncul. Pada fase ini kebocoran plasma dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan syok.
Segera bawa pasien ke rumah sakit apalila muncul tanda-tanda berikut ini:
- Nyeri perut hebat
- Muntah terus-menerus
- Sulit makan atau minum
- Tubuh sangat lemas
- Tangan dan kaki terasa dingin
- Gelisah atau mengantuk terus
- Mimisan atau gusi berdarah yang sulit berhenti
- BAB berwarna hitam atau muntah darah
- Sesak napas
- Jumlah urine berkurang
Penanganan yang cepat dapat menurunkan risiko komplikasi yang lebih hebat.
Siapa Yang Berisiko Terkena DBD
Pada dasarnya semua orang dapat terkena demam berdarah. Namun beberapa kelompok memiliki risiko tinggi mengalami kondisi yang berat, yaitu:
- bayi dan anak-anak
- lansia
- ibu hamil
- orang dengan daya tahan tubuh yang lemah
- penderita penyakit kronis seperti diabetes
Bagaimana Penanganan Demam Berdarah
hingga saat ini belum ada obat khusus untuk membunuh virus dengue. Pengobatan lebih difokuskan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil sampai infeksi membaik.
Penanganan biasanya meliputi:
- istirahat yang cukup
- minum banyak cairan agar tidak mengalami dehidrasi
- mengonsumsi obat penurunan demam sesuai anjuran dokter (hindari penggunaan aspirin atau ibuprofen tanpa anjuran tenaga medis karena dapat meningkatkan risiko perdarahan)
- pemantauan jumlah trombosit dan hematokrit melalui pemeriksaan laboratorium.
- Pemberian cairan infus apabila diperlukan
Perlu diketahui bahwa jumlah trombosit bukan satu-satunya penentu tingkat keparahan DBD. Dokter juga akan menilai kondisi klinis pasien secara menyeluruh.
Cara Mencegah Demam Berdarah
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga dari DBD.
Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
- Terapkan Gerakan 3M plus
- Mengurus tempat penampungan air secara rutin
- Menutup rapat tempat penyimpanan air
- Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air
- Menggunakan obat anti nyamuk
- Memasang kawat kasa pada ventilasi
- Menggunakan pakaian lengan Panjang saat diperlukan
- Menaburkan larvasida pada tempat penampungan air sesuai anjuran
- Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak tertentu
- Lakukan pemeriksaan Jentik Berkala
Periksa lingkungan rumah minimal seminggu sekalli untuk memastikan tidak ada genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
- Jaga kebersihan lingkungan
Lingkungan yang bersih dapat mengurangi populasi nyamuk penyebab demam berdarah.
Kapan Harus ke Rumah Sakit
Segera periksakan diri ke rumah sakit apabila:
- Demam tinggi berlangsung lebih dari dua hari
- Demam disertai muncul bitnik merah atau pendarahan
- Mengalami muntah terus-menerus
- Sulit makan dan minum
- Tubuh terasa sangat lemas
- Mengalami sesak napas
- Muncul salah satu tanda bahaya DBD
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter untuk memberikan penanagan yang tepat sebelum kondisi menjadi lebih serius. Apabila kamu atau keluarga mengalami demam tinggi yang disertai gejala mengarah ke demam berdarah, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan.



