Psikosis postpartum adalah gangguan psikotik yang dapat terjadi pada wanita setelah melahirkan. Penderita psikosis postpartum bisa mengalami delusi, halusinasi, perubahan perilaku, atau paranoid. Pada kasus yang berat, penderita bahkan dapat mencoba untuk melukai dirinya sendiri atau bayinya. Meskipun termasuk kondisi yang serius, psikosis postpartum bisa diobati. Untuk mengetahui pengobatan yang direkomendasikan, simak pembahasan di bawah ini.
Apa itu Psikosis Postpartum
Psikosis postpartum adalah kondisi gangguan mental serius yang terjadi pada wanita setelah melahirkan dan dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain di sekitarnya. Konidisi ini jarang terjadi karena hanya menyerang 1 atau 1.000 wanita yang melahirkan.
Ibu yang baru saja melahirkan dapat mengalami perubahan suasana hari (mood change) yang disebut sebagai baby blues. Biasanya, baby blues berlangsung mulai dari dua hingga tiga hari setelah melahirkan dan akan hilang dengan sendirinya dalam dua minggu setelah timbulnya gejala.
Psikosis postpartum merupakan kondisi yang berbeda dengan baby blues dan tergolong sebagai mental health emergency yang memerlukan perhatian medis segera. Penderitanya berisiko tinggi melukai diri sendiri taupun orang-orang di sekitarnya, termasuk bayi yang dilahirkan. Dalam dunia medis, psikosis postpartum juga sering kali disebut sebagai psikosis pasca persalinan dan psikosis nifas.
Penyebab Psikosis Postpartum
Masih belum diketahui secara pasti penyebab psikosis postpartum.
Namun, kondisi ini bisa terjadi karena kombinasi factor-faktor berikut:
- Riwayat gangguan mental seperti, gangguan bipolar, gangguan depresi mayor, dan skizofrenia.
- Riwayat keluarga dengan gangguan mental, utamanya psikosis postpartum. Kondisi ini mungkin diturunkan secara genetic.
- Kurang tidur yang dapat memicu mania pada penderita gangguan bipolar.
- Riwayat mengalami psikosis postpartum pada kelahiran anak pertama. Psikosisi postpartum juga mungkin terjadi lagi saat kelahiran anak selanjutnya.
- Fluktuasi kadar hormone setelah melahirkan, terutama kadar hormone estrogen yang menurun dengan cepat.
- Peruubahan fungsi otak selama masa kehamilan dan pascakelahiran.
- Perubahan fungsi tiroid.
- Kemungkinan peradangan.
- Ketidak seimbangan elekttolit.
- Difisiensi vitamin B1 dan B12.
Gejala Psikosis Postpartum
Psikosis postpartum biasanya ditandai dengan gejala-gejala yang terjadi dalam waktu 48 jam hingga 2 minggu setelah melahirkan. Berikut beberapa gejala psikosis postpartum secara umum :
- Delusi dan halusinasi.
- Merasa bingung.
- Mood swing yang ditandai dengan mania, hipomania, atau depresi.
- Sulit tidur (insomnia).
- Depresonalisasi.
- Mudah tersinggung atau marah.
- Cara berfikir tidak teratur.
- Berfikir untuk melukai diri sendiri (self harm) atau orang lain, terutama bayi yang baru dilahirkan.
Pengobatan Psikosis Postpartum
Penderita psikosis postpartum membutuhkan perawatan dari tenaga medis professional setiap saat. Maka rawat inap sering kali direkomendasikan agar penderita dapat merasa aman dan nyaman saat menjalani pengobatan. Dokter dapat merespkan obat-obatan seperti obat antipsikotik, obat anti kejang, dan obat obat untuk menstabilkan mood. Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan terapi.
Perlu diingat bahwa psikosis postpartum adalah kondisi yang serius sehingga membutuhkan penanganan medis dengan cepat. Namun, gejala-gejala yang disebutkan diatas kemungkinan bisa mengindikasikan kondisi medis lain. Apabila anda atau orang terdekat merasakan gejala serupa, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut ke Dokter Spesialis Jiwa Di RS Sumber Hurip.
Sumber : Kemenkes



