Obesitas merupakan kondisi yang menggambarkan sesorang memiliki berat badan berlebih, kegemukan dan mengandung banyak lemak pada tubuhnya dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Obesitas terjadi ketika asupan kalori dari makanan dan minuman melebihi jumlah energy yang dibakar oleh tubuh, baik itu memulai aktivitas fisik atau juga metabolism. Kondisi ini bisa diukur dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai panduan awal.
Orang ayang mengalami obesitas juga memiliki berbagai penyakit komplikasi sebagai berikut:
- Hipertensi
- Penyakit jantuung
- Stroke
- Penyakit kandung empedu
- Osteoartiritis
- Sakit punggung bawah yang kronis
- Periodontitis atau penyakit gusi
- Gangguan kulit seperti infeksi atau peradangan pada lipatan kulit
- Trigliserida tinggi dan kolesterol baik
- Penyakit lemak hati nonalkoholik seperti penumpukan lemak pada hati
- Sindrom metabolic yaitu perpaduan hipertensi, kadar gula tinggi, trigliserida tinggi dan kolesterol HDL rendah
Bagi wanita yang mengidap obesitas, adanya kemungkinan dapat mengalami menstruasi tidak teratur dan infertilitas. Sedangkan pria yang obesitas akan mengalami risiko gangguan kesehatan seksual dan disfungsi ereksi. Bagi wanita hamil yang mengalami obesitas juga lebih tinggi resiko mengalami preeklamasia, komplikasi operasi Caesar sampai dengan gangguan saat persalinan. Disamping itu ada juga resiko pascaoprasi pada orang dengan obesitas akan meningkat. Seperti pembekuan darah, infeksi pada luka operasi, emboli paru dan kondisi komplikasi serius yang beresiko tinggi menyebabkan kematian terutama pada penderita obesitas.
Pemicu Gangguan Pernapasan
Gangguan pernapasan pada penderita obesitas seperti opnea tidur. Kondisi ini akan membuat pernapasan beberapa kali terhenti saat tidur. Hal ini bisa terjadi karena adanya jaringan di bagian pangkal tenggorokan tidak bisa membuka saluran udara akibat obesitas. Kondisi ini juga bisa memicu penyakit lainnya seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung, aritmia, gangguan memori atau kognitif, depresi, kecemasan, gerd, dan komplikasi lainya sampai dengan kematian.
Ada juga gangguan pernapasan lainya seperti syndrome hiperventilasi obesitas atau obesity hypoventilation syndrome (OHS) yaitu ketidakmampuan tubuh untuk menarik napas dalam jadi menyebabkan tingginya karbondioksida dan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Situasi ini juga diakibatkan karena kelebihan berat badan yang mengimpit rongga dada serta bisa mengganggu control otak terhadap pernapasan. Gejalanya adalah kualitas tidur yang buruk, sesak napas saat tidur, sering ngantuk di siang hari depresi, nyeri kepala dan mudah lelah.
Sering dikaitkan dengan kanker
Obesitas sering dikaitkan dengan kanker seperti kaknker endometrium, kanker usus besar dan anus, kanker payudara, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker kerongkongan, kanker kandung ampedu dan kanker tiroid. Mengapa bisa dikaitkan kanker, karena hsl berikut:
- Orang dengan obesitas biasanya memiliki kadar insulin tinggi yang dapat memicu beberapa jenis kanker
- Sel-sel lemak memproduksi estrogen dalam kadar tinggi yang akan memicu kanker jenis tertentu. Sel ini juga berpengaruh kepada pertumbuhan tumor dan produksi hormone adipokin yang merangsan pertumbuhan sel
- Risiko kanker juga dapat meningkat karena orang dengan obesitas mengalami peradangan ringan yang bersifat kronis
Jika anda ingin konsultasi seputar obesitas bisa buat janji temu dengan ahli gizi Rumah Sakit Sumber Hurip dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam.



