Saraf kejepit adalah kondisi medis yang terjadi ketika ada tekanan berlebihan pada saraf oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon. Tekanan ini dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada area yang terhubung dengan saraf tersebut. Saraf kejepit dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, tetapi sering terjadi di punggung bawah, leher, atau pergelangan tangan. Beberapa penyebab umum saraf kejepit termasuk cedera, postur tubuh yang buruk, aktivitas berulang, dan kondisi medis seperti arthritis atau herniasi diskus. Penanganan saraf kejepit biasanya melibatkan kombinasi istirahat, terapi fisik, obat antiinflamasi, dan dalam beberapa kasus, prosedur bedah untuk mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit.
Beberapa kebiasaan yang memicu saraf kejepit
Mengangkat benda berat
Mengangkat benda berat dengan teknik yang salah dapat memicu terjadinya saraf kejepit. Saat seseorang mengangkat beban tanpa memperhatikan postur tubuh yang benar, tekanan yang besar bisa diberikan pada tulang belakang dan jaringan di sekitarnya. Misalnya, membungkukkan punggung saat mengangkat barang atau tidak menggunakan otot kaki dengan baik dapat menyebabkan tulang belakang mengalami stress berlebihan. Akibatnya, disukus tulang belakang bisa tergeser atau menonjol, menekan saraf di sekitarnya. Tekanan ini dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam, mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf yang terjepit. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menggunakan teknik yang benar saat mengangkat benda berat, seperti menjaga punggung tetap lurus, menekuk lutut, dan mengangkat dengan kekuatan dari otot kaki untuk menghindari risiko saraf kejepit.
Pola hidup sedentary
Gaya hidup sedentary atau kurangnya aktivitas fisik dapat memicu terjadinya saraf kejepit. Ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk atau berbaring tanpa melakukan aktivitas fisik yang cukup, otot-otot tubuh menjadi lemah dan kurang fleksibel. Kondisi ini dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk dan distribusi beban yang tidak merata pada tulang belakang. Selain itu, duduk dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama, terutama dengan postur yang buruk, dapat memberikan tekanan pada tulang belakang dan saraf-saraf di sekitarnya. Akibatnya, saraf dapat terjepit oleh struktur sekitarnya seperti tulang atau otot yang kaku. Untuk mengurangi risiko saraf kejepit akibat gaya hidup sedentary, penting untuk tetap aktif dengan melakukan olahraga teratur, memperbaiki postur tubuh, dan mengambil istirahat untuk bergerak setiap beberapa jam saat harus duduk dalam waktu yang lama.
Latihan intensitas tinggi
Latihan intensitas tinggi, meskipun bermanfaat untuk kebugaran, dapat memicu saraf kejepit jika tidak dilakukan dengan benar. Aktivitas fisik yang melibatkan gerakan repetitif atau beban berat dapat memberikan tekanan berlebih pada otot, tendon, dan tulang belakang. Jika tubuh tidak cukup kuat atau tidak siap untuk menahan beban latihan yang tinggi, risiko cedera meningkat, termasuk terjadinya saraf kejepit.
Olahraga kecepatan tinggi memicu saraf kejepit
Olahraga kecepatan tinggi, seperti lari cepat, bersepeda, atau olahraga yang melibatkan gerakan eksplosif, dapat memicu terjadinya saraf kejepit jika tidak dilakukan dengan tepat. Aktivitas ini memerlukan koordinasi otot yang cepat dan intens, yang dapat memberikan tekanan besar pada tulang belakang, otot, dan saraf. Gerakan tiba-tiba atau perubahan arah yang mendadak dapat menyebabkan cedera, termasuk terjadinya saraf kejepit akibat tekanan berlebih pada saraf di sekitar tulang belakang atau sendi.
Penggunaan ponsel terus menerus
Penggunaan ponsel yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah saraf kejepit. Ketika seseorang terus-menerus menundukkan kepala untuk melihat layar ponsel, tekanan yang besar diberikan pada tulang belakang leher. Posisi yang tidak ergonomis ini menyebabkan otot-otot leher tegang dan tulang belakang mengalami stres berlebihan. Akibatnya, saraf di area tersebut bisa terjepit, yang dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada leher, bahu, dan lengan. Untuk mencegah hal ini, penting untuk memperhatikan postur tubuh saat menggunakan ponsel, mengambil istirahat secara teratur, dan melakukan peregangan ringan untuk mengurangi ketegangan otot.
Apabila Sahabat SH mengalami keluhan, segera berkonsultasi kepada dokter spesialis saraf untuk mencegah terjadinya perburukan penyakit, komplikasi penyakit dan mencegah terjadinya penurunan kualitas hidup anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Poliklinik Dokter Spesialis Saraf RS Sumber Hurip Cirebon.



