Puasa adalah ibadah yang penuh berkah, namun tantangan kesehatan bisa muncul selama bulan ramadhan. Meski tubuh mengalami perubahan pola makan, penting bagi kita untuk tetap menjaga kesehatan agar puasa tetap lancar tanpa gangguan. Berikut ini adalah tujuh penyakit yang sering menyerang saat puasa dan tips pencegahannya.
Dehidrasi
Puasa mengharuskan kita tidak makan dan minum sepanjang hari, sehingga salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi adalah dehidrasi. Gejalanya bisa meliputi rasa pusing lemas, mulut kering, hingga penurunan kosentrasi.
Tips Pencegahan:
- Pastikan untuk minum cukup air saat sahur dan berbuka, sekitar 2-3 liter per hari
- Hindari konsumsi kafein atau minuman manis yang dapat meningkatkan dehidrasi
- Konsumsi makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan
Ganguuan Pencernaan
Perubahan pola makan secara drastic, dari makan berkali-kali dalam sehari menjadi dua kali, dapat memengaruhi sistem pencernaan. Maslah umum yang sering terjadi adalah maag, sembelit, atau diare.
Tips Pencegahan:
- Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian untuk mencegah sembelit.
- Hindari makanan pedas, asam, atau berlemak yang dapat memicu maag.
- Makanlah dalam porsi kecil namun sering saat berbuka dan sahur untuk menghindari kekenyangan yang membebani pencernaan.
Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
Bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki masalah dengan kadar gula darah, puasa bisa menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang drastic. Ini dapat memicu seperti pusing, lemas, bahkan pingsan.
Tips Pecegahan:
- Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai puasa, terutama bagi yang memiliki riwayat diabetes atau masalah kesehatan terkait gula darah.
- Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti nasi merah atau gandum yang memeberikan energy secara bertahap.
- Jangan lewatkan sahur dan pastikan makan makanan bergizi yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat.
Kepala Pusing dan Migrain
Perubahan pola mkan dan tidur dapat memicu pusing atau bahkan migraine. Kekurangan cairan atau kekurangan tidur juga menjadi penyebab utama
Tips Pencegahan:
- Tidur cukup, minimal 7-8 jam setiap malam, untuk menghindari kelelahan.
- Pastikan untuk menjaga hidrasi tubuh baik saat sahur maupun berbuka.
- Hindari stress dan konsumsi makanan yang mengandung kafein, karena kafein dapat memicu migraine pada beberapa orang.
Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Penderita hipertensi harus lebih berhati-hati saat berpuasa karena dehidrasi atau pola makan yang tidak teratur dapat memengaruhi tekanan darah mereka.
Tips Pencegahan:
- Konsumsi mkanan yang kaya kalium, seperti pisang, tomat, dan kentang untuk membantu menurunkan tekanan darah.
- Jangan lupa minum air yang cukup dan hindari garam berlebihan dalam makanan.
- Pastikan untuk mengatur waktu tidur dan istirahat yang cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Kelelahan dan Lemas
Kelelahan bisa menjadi masalah umum selama puasa, terutama ketika tubuh tidak mendapatkan cukup energy dari makanan atau tidur yang kurang.
Tips Pencegahan:
- Pastikan sahur mengandung makanan yang memberikan energy tahan lama, seperti oatmeal, nasi merah, atau roti gandum.
- Hindari begadang dan pastikan tidur cukup agar tubuh memiliki waktu untuk pulih.
- Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka agar tubuh tetap atif dan tidak mudah lelah.
Infeksi Saluran Pernapasan
Udara yang panas dan kurang tidur dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, seperti flu atau pilek.
Tips Pencegahan:
- Konsumsi makanan yang kaya vitamin c, seperti jeruk, kiwi, atau paprika untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Jangan lupa menjaga kebersihan tangan dan hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
- Pastikan ruangan tempat tinggal cukup ventilasi untuk menjaga udara tetap segar.
Menjaga kesehatan selama berpuasa sangat penting untuk menjalani ibadah dengan lancar dan tetap bugar. Dengan melakukan pencegahan yang tepat terhadap masalah kesehatan yang sering muncul selama puasa, kita dapat menikmati bulan ramadhan dengan tubuh yang sehat dan penuh energy. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan tubuh kita dan segera berkonsultasi denga dokter jika merasakan gejala yang tidak biasa.



