Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasite yang menyerang sel darah merah manusia. Meskipun sudah ada berbagai upaya pengendalian, malaria masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di daearah tropis. Penyakit ini dapat menular dengan cepat melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi, dan jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, serta langkah-langkah pencegahan malaria.
Penyebab Malaria
Malaria disebabkan oleh infeksi parasite plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles yang terinfeksi. Ada lima jenis parasite plasmodium yang dapat menyebabkan malaria pada manusia, yaitu:
- Plasmodium falciparum: Jenis yang paling berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi serius atau kematian.
- Plasmodium vivax: Jenis yang lebih umum, tetapi dapat menyebabkan serangan berulang karena parasite bersembunyi di hati.
- Plasmodium ovale: jarang ditemukan, tetapi serupa dengan P.vivax dalam hal siklus hidupnya.
- Plasmodium malariae: biasanya menyebabkan gejala malaria ringan, tetapi dapat bertahan lama jika tidak diobati.
- Plasmodium knowlesi: ditemukan pada monyet, tetapi juga dapat menginfeksi manusia,terutama di Asia Tenggara.
Nyamuk Anopheles betina membawa parasite tersebut saat menggigit manusia untuk mencari darah. Setelah digigit, parasite masuk ke dalam tubuh, lalu berkembang biak di hati sebelum menyerang sel darah merah, yang menyebabkan gejala malaria.
Faktor Risiko Malaria
Malaria adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko sesorang terkena penyakit malaria, diantaranya adalah:
- Usia. Malaria dapat terjadi pada semua kalangan usia, tetapi penyakit ini rentan dialami oleh anak berusia di bawah 5 tahun.
- Tinggal di lingkungan dengan iklim tropis. Malaria sangat umum terjadi pada Negara atau daerah yang memiliki iklim tropis, termasuk Indonesia.
- Berada di daerah yang minim fasilitas kesehatan.
Minim akses atau kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang menghambat pengobatan malaria dapat meningkatkan peluang tertular malaria dan berkembang nya penyakit menjadi kondisi yang lebih parah.
Gejala Malaria
Gejala malaria muncul biasanya 9-14 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang terinfeksi, gejala yang sering muncul meliputi:
- Demam tinggi dan menggigil
- Mual dan muntah
- Diare
- Nyeri kepala
- Kelelahan
- Nyeri otot
- Bekeringat lebih
- Nyeri perut
- Kehilangan selera makan
- Kesulitan bernapas
- Detak jantung meningkat
Pada kasus yang lebih parah, terutama yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, malaria dapat menyebabkan gangguan pada organ vital seperti otak (malaria serebral), ginjal, atau hati yang bisa berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.
Pencegahan Malaria
Pencegahan malaria sangat penting untuk mengurangi risiko penularan dan dampaknya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah malaria antara lain:
- Membersihkan lingkungan dengan air mengalir serta jangan lupa membersihkan peralatan rumah tangga secara rutin
- Jika memiliki tempat penampungan air seperti kolam ikan, disarankan untuk menebarkan ikan pemakan jentik nyamuk.
- Menutup penampung air saat tidak digunakan.
- Menggunakan obat antinyamuk dan kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk.
- Menghindari aktivitas di sekat perairan saat malam hari karena nyamuk malaria lebih aktif di malam hari.
Apabila Sahabat SH mengalami keluhan, segera berkonsultasi kepada dokter di RS SSumber Hurip untuk mencegah terjadinya perburukan penyakit, komplikasi penyakit dan mencegah terjadinya penurunan kualitas hidup anda.



