Kehamilan adalah masa penuh kebahagiaan, namun juga membawa berbagai perubahan besar pada tubuh ibu,termasuk pada jantung. Salah satu kondisi serius yang bisa terjadi,meskipun jarang, adalah kardiomiopati peripartum. Ini adalah bentuk gangguan otot jantung yang terjadi pada ibu hamil, terutama di akhir kehamilan atau beberapa bulan setelah melahirkan.
Meski termasuk kondisi yang jarang, Kardiomiopati Peripartum (Peripartum Cardiomyopathy / PPCM) dapat membahayakan keselamatan ibu jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil dan keluarga untuk memahami gejalanya dan segera mencari pertolongan medis jika ada tanda-tanda yang mencurigakan.
Gejala Kardiomiopati Peripartum
Gejala kardiomiopati peripartum bisa mirip dengan keluhan umum pada kehamilan, sehingga kerap kali tidak disadari. Waspadai jika gejala berikut terasa berlebihan atau muncul tiba-tiba:
- Sesak napas, terutama saat berbarinig atau beraktivitas ringan
- Kelelahan ekstream, tidak sesuai dengan tingkat aktivitas
- Pembengkakan di tungkai, pergelangan kaki, atau perut
- Jantung berdebar (palpitasi)
- Batuk kering yang tidak kunjung reda
- Penambahan berat badan cepat karena penumpukan cairan
- Pusing hingga pingsan
Gejala-gejala ini bisa menandakan gagal jantung dan memerlukan pemeriksaan segera oleh dokter.
Siapa yang Berisiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Kardiomiopati Peripartum antara lain:
- Kehamilan kembar
- Usia ibu di atas 30 tahun
- Riwayat tekanan darah tinggi saat hamil (preeklamsia atau hipertensi gestational)
- Obesitas
- Kekurangan gizi
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
- Merokok atau konsumsi alkohol
Pengobatan dan Cara Penanganan
Penanganan Kardiomiopati Peripartum fokus pada memperkuat fungsi jantung dan mengurangi beban kerja jantung. Pengobatan dapat mencakup:
- Obat-obatan seperti diuretic, beta-blocker, dan ACE inhibitor (setelah melahirkan)
- Pantauan ketat cairan dan tekanan darah
- Dalam kasus berat, mungkin diperlukan pemasangan alat bantu jantung atau transplansi jantung.
Apakah Bisa Pulih Kabar baiknya, sebagian besar ibu dapat pulih sepenuhnya dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun dengan pengobatan dan pemantauan rutin. Namun, pada sebagian kecil kasus, fungsi jantung bisa tetap terganggu secara permanen. Oleh karena itu, kehamilan berikutnya harus direncanakan dengan sangat hati-hati



