Banyak orang mengira GERD hanyalah asam lambung biasa. Dada terasa panas? Minum obat lambung, selesai. Padahal jika GERD sering kambuh dan tidak ditangani dengan tepat, dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga berpotensi mengancam nyawa.
Sayangnya, masih banyak penderita GERD yang datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi sudah cukup berat.
Apa Itu GERD
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik secara berulang ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan kerongkongan.
Berbeda dengan asam lambung biasa. GERD terjadi kronis dan bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang jika dibiarkan.
Gejala GERD Yang Sering Dianggap Sepele
Beberapa gejala GERD kerap dianggap keluhan ringan, padahal bisa menjadi tanda peringatan:
- Dada terasa panas atau nyeri seperti terbakar
- Rasa asam atau pahit di mulut
- Mual dan muntah berulang
- Perut kembung dan sering bersendawa
- Sulit menelan
- Batuk kering berkepanjangan
- Suara serak, terutama di pagi hari
Jika gejala ini sering muncul, jangan lagi dianggap sepele.
Mengapa GERD Bisa Berbahaya
Asam lambung memiliki sifat iritatif dan korosif. Ketika terus-menerus naik ke kerongkongan, dampaknya bisa sangat serius.
1. Peradangan dan Luka pada Kerongkongan
GERD kronis dapat menyebabkan esofagitis, yaitu peradangan pada dinding kerongkongan yang menimbulkan nyeri hebat dan luka.
2. Penyempitan Kerongkongan
Luka yang berulang dapat membentuk jaringan parut, membuat kerongkongan menyempit dan menyulitkan proses menelan.
3. Gangguan Pernapasan
Asam lambung yang terhirup ke saluran napas dapat memicu asma, batuk kronis, hingga sesak napas.
4. Barrett’s Esophagus
GERD yang tidak ditangani dapat menyebabkan perubahan sel pada kerongkongan yang disebut Barrett’s esophagus, kondisi serius yang meningkatkan risiko kanker kerongkongan.
5. Risiko Mengancam Nyawa
Dalam kondisi tertentu, komplikasi GERD dapat memicu perdarahan, aspirasi ke paru-paru, hingga meningkatkan risiko kanker, yang jika terlambat ditangani dapat mengancam nyawa.
Penyebab GERD Yang Sering Terjadi Dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa kebiasaan yang dapat memperburuk GERD antara lain:
- Makan dalam porsi besar
- Langsung berbaring setelah makan
- Konsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak
- Minum kopi, the, dan soda berlebihan
- Merokok dan alkohol
- Stress berkepanjangan
- Kurang tidur
Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat GERD semakin sering kambuh.
Cara Mengendalikan GERD Sejak Dini
Untuk menecegah GERD semakin parah, beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Makan dengan porsi kecil dan teratur
- Hindari berbaring minimal 2-3 jam setelah makan
- Batasi makanan pemicu asam lambung
- Kelola stress dengan baik
- Jaga berat badan ideal
- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
Perubahan gaya hidup ini sangat berperan dalam mengontrol GERD jangka panjang.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Gejala GERD muncul lebih dari dua kali seminggu
- Nyeri dada tidak kunjung membaik
- Sulit menelan atau sering tersedak
- Berat badan turun tanpa sebab
- Muntah darah atau fases berwarna hitam
Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius.
GERD bukan penyakit sepele. Jika terus diabaikan, dampaknya bisa merusak organ, menurunkan kualitas hidup, bahkan mengancam nyawa. Mengenali gejala sejak awal dan menerapkan pola hidup sehat dalah langkah penting untuk mencegah komplikasi. Jangan menunggu sampai parah. Apabila Sahabat SH mengalami keluhan, segera berkonsultasi kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk mencegah terjadinya perburukan penyakit, komplikasi penyakit dan mencegah terjadinya penurunan kualitas hidup anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Poliklinik Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sumber Hurip Cirebon.



