Kolesterol sering kali menjadi momok bagi banyak orang, terutama saat hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan angka yang tidak normal. Namun, di balik istilah kolesterol tinggi, ada satu kondisi medis yang lebih kompleks dan sering kali kurang dikenal: dislipidemia. Apa itu dislipidemia, dan mengapa kita perlu waspada?
Apa Itu Dislipidemia?
Dislipidemia adalah gangguan kadar lemak (lipid) dalam darah. Ini mencakup ketidakseimbangan dalam kadar:
- Kolesterol total
- Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau “kolesterol jahat”
- Kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein) atau “kolesterol baik”
- Trigliserida
Kondisi ini bisa berupa kadar LDL atau trigliserida yang terlalu tinggi, HDL yang terlalu rendah, atau kombinasi dari ketiganya.
Mengapa Dislipidemia Berbahaya?
Dislipidemia tidak menunjukkan gejala yang jelas. Inilah yang membuatnya berbahaya — ia bekerja secara diam-diam, namun bisa menyebabkan masalah serius seperti:
- Penyakit jantung koroner
- Stroke
- Aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah)
- Serangan jantung
Penyakit-penyakit ini sering kali muncul tiba-tiba, padahal sudah diawali oleh dislipidemia bertahun-tahun sebelumnya.
Faktor Risiko Dislipidemia
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami dislipidemia antara lain:
- Gaya hidup tidak sehat (pola makan tinggi lemak jenuh dan gula, kurang olahraga)
- Obesitas
- Merokok
- Diabetes melitus
- Hipotiroidisme
- Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
Bagaimana Cara Mendeteksinya?
Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang mengalami dislipidemia adalah melalui pemeriksaan darah (profil lipid). Tes ini biasanya meliputi:
- Kadar kolesterol total
- LDL
- HDL
- Trigliserida
Disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko.
Pencegahan dan Penanganan
Kabar baiknya, dislipidemia dapat dikendalikan dan bahkan dicegah melalui:
- Perubahan gaya hidup sehat:
- Mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan trans
- Meningkatkan asupan serat (buah, sayur, biji-bijian)
- Berolahraga rutin (30 menit sehari, 5 hari seminggu)
- Menghindari rokok dan alkohol berlebihan
- Menjaga berat badan ideal
- Pengobatan jika diperlukan
Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, dokter mungkin meresepkan obat seperti statin, fibrat, atau niasin untuk membantu menurunkan kadar lipid.
Dislipidemia adalah kondisi serius yang tidak boleh diabaikan. Meskipun sering tanpa gejala, dampaknya bisa sangat berbahaya bagi jantung dan pembuluh darah. Dengan mengenali, mencegah, dan mengendalikan dislipidemia sejak dini, kita bisa menjaga kualitas hidup dan mencegah komplikasi serius di masa depan. Apabila Sahabat SH mengalami keluhan, segera berkonsultasi kepada dokter spesialis Penyakit Dalam untuk mencegah terjadinya perburukan penyakit, komplikasi penyakit dan mencegah terjadinya penurunan kualitas hidup anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Poliklinik Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sumber Hurip Cirebon.



