Awalnya hanya rasa perih di ulu hati. Kadang dada terasa panas setelah makan pedas. Minum obat, reda besoknya kambuh lagi. Banyak orang menganggap ini hal biasa. Padahal GERD yang tidak ditangani dengan baik bisa berkembang dari keluhan sepele menjadi risiko kesehatan yang serius.
Jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga dapat menimbulkan komplikasi berbahaya.
Apa Itu GERD
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan secara berlulang akibat melemahnya katup pemisah antara lambung dan esophagus. Berbeda dengan maag biasa, GERD bersifat kronis dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan jika tidak dikontrol.
Gejala GERD Yang Sering Dianggap Remeh
Banyak penderita GERD tidak menyadari bahwa keluhan berikut termasuk tanda penyakit:
- Dada terasa panas (heartburn)
- Nyeri ulu hati
- Rasa asam atau pahit di mulut
- Sering bersendawa
- Mual
- Tenggorokan terasa mengganjal
- Batuk kering tanpa sebab yang jelas
- Suara serak terutama di pagi hari
Karena gejalanya mirip gangguan lambung biasa, banyak orang menunda pemeriksaan medis.
Bagaimana GERD Bisa Menjadi Berbahaya
Asam lambung bersifat iritatif. Ketika naik terus-menerus ke kerongkongan, lapisan esophagus yang tidak dirancang untuk menahan asam akan mengalami peradangan.
Berikut risiko yang bisa terjadi jika GERD tidak ditangani:
1. Esofagitis (Radang Kerongkongan)
Peradangan ini menyebabkan nyeri hebat dan rasa tidak nyaman saat menelan.
2. Luka dan Perdarahan
Iritasi berkepanjangan dapat menyebabkan luka pada dinding kerongkongan yang berisiko mengalami perdarahan.
3. Penyempitan Kerongkongan
Jaringan parut akibat peradangan bisa membuat kerongkongan menyempit sehingga sulit menelan makanan.
4. Barrett’s Esophagus
Kondisi perubahan sel pada dinding kerongkongan akibat paparan asam lambung jangka panjang. Ini meningkatkan risiko kanker kerongkongan.
5. Gangguan Pernapasan
Asam lambung yang terhirup dapat memicu batuk kronis, radang tenggorokan, hingga memperburuk asma.
Dari sini terlihat bahwa GERD bukan sekadar gangguan pencernaan biasa.
Faktor Risiko GERD yang Perlu Diperhatikan
Beberapa kebiasaan yang memperparah GERD antara lain:
- Makan dalam porsi besar
- Langsung berbaring setelah makan
- Konsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak
- Minum kopi dan soda berlebihan
- Merokok
- Stress berkepanjangan
- Obesitas
Mengubah gaya hidup menjadi langkah penting dalam pengendalian GERD
Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter
Segera periksakan diri jika:
- GERD kamuh lebih dari 2 kali seminggu
- Nyeri dada terasa berat atau menjalar
- Sulit menelan
- Berat badan turun tanpa sebab
- Muntah darah atau fases berwarna hitam
Pemeriksaan medis dapat memastikan diagnosis dan menecgah komplikasi yang lebih serius.
Cara Mengendalikan GERD Sejak Dini
Beberapa langkah yan dapat membantu mengontrol GERD
- Makan dala porsi kecil namun sering
- Hindari makan 2-3 jam sebelum tidur
- Tinggikan posisi kepala saat tidur
- Kelola stress dengan baik
- Jaga berat badan ideal
- Hindari makanan pemicu
Konsistensi dalam perubahan gaya hidup sangat berpengaruh terhadap perbaikan kondisi.
Dari keluhan sepele bisa menjadi risiko besar. GERD yang tidak ditangani dengan tepat berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Mengenali gejala sejak dini dan melakukan pemeriksaan medis adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Jangan nunggu sampai keluhan semakin berat. Tubuh selalu memberi sinyal jangan abaikan. Jangan menunggu sampai parah. Apabila Sahabat SH mengalami keluhan, segera berkonsultasi kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk mencegah terjadinya perburukan penyakit, komplikasi penyakit dan mencegah terjadinya penurunan kualitas hidup anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Poliklinik Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sumber Hurip Cirebon.



