Masa anak-anak merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang. Pada fase ini, asupan gizi yang tepat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh anak. Namun, tanpa disadari, masih banyak kesalahan pola makan anak yang sering dianggap sepele oleh orang tua.
Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut beberapa kesalahan pola makan anak yang perlu diwaspadai.
1. Melewatkan Sarapan
Banyak anak berangkat sekolah tanpa sarapan karena terburu-buru atau tidak terbiasa makan pagi. Padahal, sarapan penting untuk memenuhi energi awal hari, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung prestasi belajar anak.
Anak yang sering tidak sarapan cenderung mudah lelah, sulit fokus, dan lebih sering jajan sembarangan.
2. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Gula
Makanan dan minuman manis seperti permen, biskuit manis, minuman kemasan, dan susu tinggi gula sering menjadi pilihan favorit anak. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko:
- Gigi berlubang
- Kelebihan berat badan
- Gangguan nafsu makan
Orang tua perlu membatasi asupan gula dan membiasakan anak memilih camilan yang lebih sehat.
3. Kurang Konsumsi Sayur dan Buah
Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk pertumbuhan dan pencernaan anak. Namun, banyak anak yang kurang menyukai sayur dan buah karena terbiasa dengan makanan olahan.
Padahal, kurangnya konsumsi sayur dan buah dapat menyebabkan anak mudah sakit dan mengalami gangguan pencernaan.
4. Terlalu Sering Jajan Sembarangan
Jajanan yang dijual bebas belum tentu terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. Jika terlalu sering dikonsumsi, jajanan ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan hingga infeksi.
Membiasakan anak membawa bekal sehat dari rumah dapat menjadi solusi untuk mengurangi kebiasaan jajan sembarangan.
5. Porsi Makan Tidak Sesuai Usia
Memberikan porsi makan yang terlalu sedikit atau berlebihan juga termasuk kesalahan pola makan anak. Porsi makan sebaiknya disesuaikan dengan usia, berat badan, dan aktivitas anak.
Pola makan yang tidak sesuai dapat menyebabkan anak kekurangan gizi atau justru mengalami kelebihan berat badan.
6. Membiarkan Anak Terlalu Sering Mengonsumsi Fast Food
Makanan cepat saji umumnya tinggi lemak, garam, dan kalori, tetapi rendah serat dan vitamin. Jika terlalu sering dikonsumsi, fast food dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan kesehatan lainnya pada anak.
Fast food sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali dan tidak menjadi menu utama harian.
Cara Mencegah Kesalahan Pola Makan Anak
Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan makan anak. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Membiasakan makan teratur 3 kali sehari
- Menyajikan menu gizi seimbang sesuai prinsip Isi Piringku
- Memberikan contoh pola makan sehat di rumah
- Mengajak anak mengenal dan memilih makanan sehat sejak dini
Kesalahan pola makan anak sering kali terjadi karena dianggap sepele. Padahal, kebiasaan makan yang kurang tepat dapat berdampak pada tumbuh kembang anak di masa depan.
Dengan memperbaiki pola makan sejak dini dan memastikan asupan gizi seimbang, orang tua telah berinvestasi besar untuk kesehatan dan kualitas hidup anak di kemudian hari.Konsultasikan pola makan dan kebutuhan gizi anak Anda bersama ahli gizi di RS Sumber Hurip untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.



