Setiap bulan dan setiap tahunya seorang anak seharusnya mengalami baik itu peningkatan berat badan maupun tinggi badan. Tetapi ada kondisi dimana anak tidak dapat mencapai target pertumbuhan dibandingkan anak seusianya, Tanda perkembangan anak terlambat ataupun gagal tumbuh pada setiap anak berbeda-beda, tetapi ada beberapa ciri sebagi berikut.
Anak Terlihat Kurus
Jika anak terlihat kurus belum tentu mengalami masalah pertumbuhan, tetapi anak kurus bisa jadi tanda bahwa anak kurang gizi. Untuk kondisi ini harus dikonfirmasi dengan kurva pertumbuhan oleh dokter. Jika anak terlihat kurus segera bawa anak ke dokter untuk pemeriksaaan lebih akurat.
Anak Terlihat Lebih Pendek Dari Teman Sebaya
Pendek juga termasuk tanda anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang karena kondisi ini dipicu berbagai hal seperti mulai dari kekurangan nutrisi, penyakit kronis, kekurangan hormone pertumbuhan, masalah genetic sampai dengan penyebab lainnya. Segera bawa ke dokter spesialis anak untuk dilihat kurva pertumbuhannya.
Kepala Terlihat Kecil ataupun Besar
Selain berat badan dan tinggi badan, parameter berikutnya adalah lingkar kepala. Jika ukuran tidak berkembang maka harus diwaspadai karena adanya keterlambatan perkembangan anak. Lingkar kepala kecil (mikrosefali) dan lingkar kepala besar (makrosefali) merupakan kondisi tidak normal yang harus dicari penyebabnya dan diatasi. Karena hal ini akan berpengaruuh pada tumbuh kembangnya.
Anak Belum Bisa Melakukan hal-hal Dasar Sesuai Usianya
Perkembangan anak bervariasi tidak dapat dibandingkan, berbagai kondisi yang harus segera membawa anak ke dokter antara lain:
- Anak belum bisa mengangkat kepala (usisa 4 bulan)
- Anak belum bisa duduk (usia 12 bulan)
- Anak belum bisa menggenggam badan (usia 4 bualn)
- Anak belum bisa mengambil benda kecil (usia 1 tahun)
Anak belum bicara satu katapun (usia 12 bulan)
Tidak ada kontak mata fan tidak tertarik berinteraksi, kurangnya kontak mata juga bisa menjadi salah satu tanda dari austisme, apalagi jika gejala lainnya berupa keengganan anak berinteraksi dengan lingkungannya.
Anak Tidak Merespon Suara
Keterlambatan perkembangan anak bisa dilihat dari indra pendengarannya. Jika anak tidak merepon suara segera bawa anak ke dokter spesialis untuk melihat apakah ada atau tidaknya masalah pendengaran.
Ciri Fisik Berbeda Dengan Anak Lain
Kondisi yang berbeda juga patut diwaspadai perbedaan fisik dapat dilihat dari brntuk wajah, mata, hidung, posisi telinga, lidah besar, leher, dada, tangan dan juga kaki.
Berikut beberapa tanda keterlambatan tumbuh kembang pada anak seusai dengan tahap usianya:
- Usia 0-6 Bulan
- Tidak tersenyum atau menunjukkan ekspresi sosial
- Tidak bereaksi terhadap suara atau pengelihatan
- Belum bisa mengangkat kepala saat tengkurap
- Usia 6-12 Bulan
- Tidak bisa duduk tanpa bantuan
- Tidak merespon saat dipanggil namanya
- Tidak bermain dengan suara atau benda di sekitarnya
- Usia 11-2 Tahun
- Belum berjalan pada usia 18 bulan
- Tidak bisa mengucapkan satu kata pun seperti “mama” atau “papa”
- Tidak menunjukan rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar
- Usia 2-3 Tahun
- Kesulitan menyusun kalimat sederhana
- Tidak bermain peran atau imajisnasi 9seperti berpura-pura memasak)
- Terlihat sulit berinterasi dengan anak lain
- Usia 4-5 Tahun
- Beluum bisa menyebutkan warna atau angka sederhana
- Tidak dapat mengikuti instruksi sederhana
- Masih sering kehilangan keseimbangan saat berjalan atau berlari
Jangan khawatir jika anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang anak segera konsultasikan ke dokter spesialis anak RS Sumber Hurip agar mendapatkan penanganan yang tepat dan juga lakukan stimulasi yang tapat sesuai dengan usia anak.
Sumber : Kemenkes



